Sosialisasi Undang-undang No. 2 Tahun 2017 dan Aturan Penggunaan Beton Devisi 7 pada Pembangunan Jalan dan Jembatan

Sosialisasi Undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Aturan Penggunaan Beton Devisi 7 pada Pembangunan Jalan dan Jembatan yang dilaksanakan pada Tanggal 22 Pebruari 2018 bertempat di Gedung KORPRI Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bapak Jamus Kunto Purnomo, ST. , M.Si mengatakan “diharapkan kehadiran UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi merupakan jawaban atas kebutuhan tata kelola dan dinamika pengembangan jasa konstruksi. Untuk mendukung UU No. 2 Tahun 2017 salah satunya dengan adanya sosialisasi aturan penggunaan Beton Devisi 7, diharapkan kedepan khususnya pembangunan Jalan dan jembatan di Kabupaten Ponorogo lebih baik lagi. Karena jalan dan jembatan merupakan insfrastuktur yang sangat vital. Upaya yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Ponorogo sebelum dan sesudah pekerjaan dilaksanakan uji laboratorium pada bahan dan hasil pekerjaan konstruksi sebagai salah satu syarat. Adapun pengujian laboratorium dilaksanakan di UPT Laboratorium dan Peralatan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ponorogo (lop).

LOMBA PEKERJA KONSTRUKSI TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2017

compres 1Lomba Pekerja Konstruksi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, dilaksanakan pada Tanggal 26 – 28 September 2017 bertempat di Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Lomba Pekerja Konstruksi ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring kerja (networking) antara para pelaku konstruksi dan pembinanya ditingkat kota / kabupaten.

Adapun Bidang Lomba dalam Lomba Pekerja Konstruksi Tingkat Provinsi Jawa timur Tahun 2017 terdiri dari 4 (empat) bidang/jenis, yaitu:

  1.  Pekerja Konstruksi Bidang Batu (Tukang batu)
  2.  Pekerja Konstruksi Bidang Pembesian ( Tukang besi)
  3.  Pekerja Konstruksi Bidang Pemasangan Ubin (Tukang Keramik / Tiling)
  4.  Pekerja Konstruksi Bidang Instalasi Listrik (Tukang Instalasi Listrik/Electrical)cccccccccc

Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kekuatan institusi daerah dengan mendorong pembentukan asosiasi / paguyuban untuk pekerja konstruksi sebagai wadah berhimpunnya para pekerja konstruksi dalam memperjuangkan kepentingan serta meningkatkan kualitas diri dan sekaligus sebagai wadah untuk bertukar informasi maupun mendapatkan informasi bursa kerja jasa konstruksi.

IMG_4778Dalam Lomba Pekerja Konstruksi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, Kabupaten Ponorogo melalui Dinas meraih Juara Umum setelah mendapatkan Juara I yang diraih oleh saudara Wiwing Prasetyo (tukang batu), Juara II  Yasid Fauzi (tukang keramik/tilling), Juara II Edi Prayitno (tukang instalasi listrik/electrical). (lop)

Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

IMG_3440Ponorogo – Bertempat di Ndalem Katong Guest House Ponorogo ketua panitia Umi Anggraini menyampaikan laporannya bahwa Pemberdayaan Pengguna Jasa Konstruksi (instansi pemerintah, orang perseorangan, badan usaha) Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dilaksanakan mulai tanggal 08 s.d 10 Agustus 2017 yang diikuti oleh 30 peserta dari para tenaga pekerja konstruksi dengan tujuan untuk mewujudkan tertip penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang memenuhi syarat-syarat tentang keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi. Penyelenggaraan kegiatan ini selama 3 (tiga) hari, dimana 2 (dua) hari pemberian materi dan 1 (satu) hari berikutnya Observasi Lapangan, Penyusunan Makalah dan Seminar Hasil Observasi Lapangan.

Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ponorogo Hariono, ST IMG_3544secara resmi membuka Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membekali dan meningkatkan pengetahuan yang mendalam dan pemahaman yang benar mengenai SMK3 berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU untuk mewujudkan tertip penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang memenuhi IMG_3616 1syarat-syarat tentang sistem menajemen mutu, keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi. Permasalahan K3 konstruksi yang menjadi penyebab banyaknya kecelakaan kerja adalah rendahnya pemahaman dan kepekaan terhadap bahaya dan resiko konstruksi, tidak menguasai peralatan keselamatan diri dan metode kerja konstruksi yang benar, tidak terpenuhi persyaratan dan standart K3, masih lemahnya hukum maupun sanksi K3, belum ada penerapan Sistem Manajemen K3 yang benar, kurangnya kesadaran perusahaan akan pentingnya K3, serta kurangnya pendidikan dan pelatihan K3 bagi SDM konstruksi. Sehingga belum adanya komitmen yang sama dari seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu menghargai dan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai hak asasi pekerja. Untuk itu perlu adanya upaya lebih intensif untuk menanggulangi kecelakaan kerja di bidang jasa konstruksi. (lop)